7

1030 Kata
"Si m***m itu memang kurang ajar!" ucap Chloe dengan nada menggeram, dia akan memberikan pelajaran kepada pria itu, karena telah mengajak Carmilla bercinta dengan nada enteng. "Sudahlah, aku malas berurusan dengan Raymond lagi dan aku akan menghindari Kyler pula, pria itu takkan bisa menghubungiku karena semua sosial medianya telah aku blokir, bahkan nomor teleponnya telah kutandai di daftar hitam," ujar Carmilla dan Chloe setuju dengan tindakan temannya ini. Chloe dan Carmilla mendapatkan nasib yang sial, mereka berdua harus dikeluarkan dari kelas salah satu dosen yang telah memulai mata kuliahnya, dikarenakan mereka terlambat, maka tidak ada toleransi untuk mengampuni tindakan mereka. "Keluar dari kelas saya!" "Okay, Sir," balas Chloe kemudian menarik tangan Carmilla untuk mengikutinya. Carmilla merasa bersalah kepada Chloe, karena dialah gadis itu juga ikut keluar dari kelas. "Hei, tenanglah. Aku temanmu, sudah sewajarnya kita mengalami duka yang sama, tidak apa-apa, sedari awal aku senang membantumu, tidak perlu terlalu memikirkannya Carmilla, lagi pula ini mata kuliah terakhir bukan?" tanya Chloe dan Carmilla mengangguk, hanya dua mata kuliah saja hari ini dan mereka harus menunggu sampai mata kuliah tersebut selesai, karena tas keduanya berada di dalam kelas. "Carmilla, jika dirimu bertemu Kyler, apa yang akan kau lakukan?" tanya Chloe tiba-tiba. "Menghindar, karena aku sudah mengatakan ini sebelumnya, baik Kyler maupun Raymond, sebisa mungkin aku akan pergi agar mereka tidak berurusan denganku lagi," jawab Carmilla. "Kenapa kau tidak kepikiran untuk membuat mereka merasakan hal yang sama? Atau sebuah kejahilan yang membuat mereka kapok karena telah membuatnya kesusahan bahkan hampir kehilangan sesuatu yang berharga," tanya Chloe, di pikiran gadis ini, dia ingin sekali membuat Kyler dan Raymond merasakan hal yang lebih parah di banding sahabatnya, karena dia sangat marah kepada siapa pun jika ada yang berani menyakiti Carmilla, lantaran Carmilla sudah menganggapnya saudara, begitupun dirinya. "Apakah tidak apa-apa?" tanya Carmilla sedikit ragu. "Tidak apa-apa, kita harus balas dendam untuk membuat mereka menderita dan tenang saja, Carmilla. Malam ini, kita akan menjadi gadis nakal untuk menyiksa kedua pria itu," jawab Chloe dengan senyum jahatnya. Carmilla tidak tahu apa yang direncanakan oleh Chloe dan dirinya hanya mengikuti saja alur yang akan dibuat oleh gadis tersebut. Mr. Youth telah mengakhiri kelasnya dan menyampaikan peringatan untuk mereka berdua agar tidak melakukan hal yang sama, karena dia masih memberi keringanan agar bisa menyelamatkan nilai mata kuliah mereka. Chloe dan Carmilla sedikit bernapas lega, hari ini mereka begitu beruntung karena telah mendapat maaf dari Mr. Youth, seandainya tidak, habislah nilai mereka. Kondisi kelas telah menyepi, Chloe memutuskan untuk tinggal dan mengajak Carmilla untuk berdiskusi. "Carmilla, hapus nama Kyler dari daftar hitam dan daftar blokir dari seluruh sosial mediamu karena kita harus menghubungi pria itu, mengapa? Di pikiranku sempat terbesit untuk mengajaknya. Namun, bisa dipastikan, pria itu akan menolak karena aku bukan siapa-siapanya, maka dari itu, kaulah yang cocok untuk menangani tugas ini," ujar Chloe dan Carmilla masih belum mengerti rencana yang sebenarnya. "Sebelum aku melakukan itu, memangnya apa yang akan terjadi ketika aku telah menghapus nama Kyler dari daftar hitam dan daftar blokir tersebut?" "Sama seperti yang dilakukan oleh pria itu, kita akan mengajaknya ke club dan menjebaknya pula, seperti apa yang dia lakukan kepada dirimu Carmilla, tapi ada sedikit perbedaan, di mana kau akan berpenampilan seksi dan menyiksa hasratnya dengan godaanmu, untuk Raymond, biar aku yang mengurusnya pula, bagaimana?" "Hei, aku harus berlagak seperti wanita jalang?" "Tepat sekali! Hanya berlagak tidak mempraktikkannya, kau paham maksudku bukan?" Carmilla paham, dirinya harus menggoda pria itu sampai dia hasratnya berada di puncak ubun-ubun. "Lalu, ketika hasratnya berhasil disiksa, apa yang aku lakukan selanjutnya?" tanya Carmilla. "Meninggalkannya begitu saja dan kita akan membayar salah satu wanita untuk melepas tali yang melilit tubuh pria itu ketika kita telah pergi." Chloe tidak sabar lagi untuk menyaksikan penderitaan mereka berdua. "Chloe, sepertinya aku tidak mau, itu terlalu beresiko, kau tahu pasti jika pria tidak akan bermain-main jika nafsunya dipancing, tidak ada yang tidak mungkin jika di lain waktu dia akan menjebak kita pula atau melakukan hal yang keji kepada kita, Chloe?" "Hei, kenapa harus takut? Bukannya kau punya tameng, kan?" "Hah, tameng?" tanya Carmilla tidak mengerti. "Pria yang menolongmu, aku tidak akan mungkin berani melontarkan rencana ini jika kita tidak memiliki pelindung, Carmilla. Kau tinggal menghubungi dia, yang ngomong-ngomong siapakah namanya?" "Austin Blade." "Yah, Mr. Blade! Nama yang keren," balas Chloe. "Ta-" "Kau harus mengingat penderitaanmu semalam Carmilla, sedetik saja waktu yang tersia-siakan, maka nasibmu akan hancur dan waktu takkan bisa diulang ataupun diperbaharui, ingat hal itu, Mrs. Brigitta," potong Chloe untuk memancing kebencian sahabatnya. "Dia memang kejam, dan aku akan membalasnya," yakin Carmilla, tapi tidak seberapa dengan keraguannya. Sebelum mereka memutuskan untuk pulang, Carmilla ingin membahas suatu hal lagi, karena dia harus menyiapkan diri sematang-matangnya. "Chloe, bagaimana jika Kyler tidak mau?" "Untuk apa dirimu menanyakan itu, Carmilla? Bukannya sudah jelas sewaktu di taman tadi? Bahwa dia sedang mencarimu karena aku bisa melihat kilatan khawatir pada matanya, dia benar-benar menyesal atas perbuatannya Carmilla, dan aku yakin, kau tinggal mengatakan 'aku akan memaafkanmu jika kau menuruti perintahku, Mr. Griffin!' aku yakin Carmilla, bahwa dia akan mudah menuruti perintahmu, yakinlah!" gemas Chloe. "Lalu dirimu?" "Aku akan mengikuti kalian dari belakang dan jangan lupa pula untuk mengajak si Raymond itu, kau memiliki nomornya bukan?" Yah ... Carmilla tentu memiliki kontak Raymond karena Raymond adalah sahabat dari Kyler, pernah suatu hari mereka bertukar kontak karena Kyler menyuruh sahabatnya untuk menjemput Carmilla disebabkan dia yang sedang sibuk, maka dari itu Raymond meminta nomor Carmilla agar cepat menemukan wanita itu ketika dia mencari keberadaannya. "Aku memiliki kontaknya." "Bagus, kau harus mengajaknya juga nanti malam, karena setelah menyiksa hasrat Kyler, kita akan melakukan hal yang sama kepada Raymond pula," terang Chloe, pikiran iblisnya sudah memekat di dalam otak dan batin gadis itu, dia tidak akan segan membuat orang lain menderita jika berani menyakiti orang yang dianggapnya berharga. Akhirnya, penyusunan rencana pun telah matang, tinggal penerapannya saja yang mereka lakukan, dan kini keduanya memutuskan untuk pulang dan akan bertemu di club pada malam nanti. "Sampai jumpa, Chloe." "Sampai jumpa pula, Carmilla. Ingat! Kau harus melakukan rencana kita dengan baik, sesuai apa yang telah kujelaskan tadi, mengerti bukan?" "Tentu, jika diriku lupa caranya, aku akan meneleponmu," balas Carmilla dan Chloe mendengus ketika dia baru mengingat bahwa temannya yang satu ini agak pelupa. "Huft, menyebalkan!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN