Hari yang ditunggu datang. Hari pernikahan. Tidak terlalu berlebihan, tapi juga cukup dirasa untuk memberitahukan pada kerabat, dan teman-teman Bara, bahwa dirinya sudah berhasil mengikat wanita cantik yang tengah membersihkan keringat putra semata wayang mereka di pelampinan. "Panas, ya, Mas? Mau turun aja, ke kamar hotel? Mas Kanu entar kecapean...," ucap Kinan mengingatkan sekaligus khawatir jika Kanu kelelahan. Bara hanya melihat, karena mumpung orang yang berniat bersalaman sedang sepi, ia mengeratkan pegangan pada tangan Kanu. Dengan gelengan sekilas, Kanu meyakinkan ibunya bahwa dirinya baik-baik saja. "Mas mau nemenin Om Bara sama Mam! Kanu seneng liat banyak yang ke sini, terus senyum sama Mas juga." Sungguh alasan yang lucu bagi Kinan dan Bara. Ucapan Kanu membuat pasangan su

