"Kamu ragu?" tanya Bara yang sudah siap melayangkan berbagai macam pertanyaan. Dan yang keluar untuk pertama kali, itu yang menguar. "Nggak. Kamu jangan mikir gitu, Bar. Aku cuma kaget aja, kemarin Kanu bisa ngomong kayak gitu." "Emangnya apa yang dia bilang?" Kinan agak meragu, tapi tidak bisa menyembunyikan terlalu banyak lagi. Kinan sudah berkomitmen dengan Bara, dan dia juga harus siap membagi apa pun dengan Bara. Mengalirlah cerita yang memang seharusnya Bara ketahui. Sedikit banyak, hal tersebut juga memengaruhi psikologi Kanu. Dan Bara pasti ingin turut andil dalam hal tersebut. Tidak menutup kemungkinan jika Bara akan merasa diabaikan kalau Kinan seperti itu terus—menutup diri, menganggap semuanya mampu dilakukan sendiri. Setelah bungkam, menjadi pendengar yang baik bagi Kina

