Memandangi damainya tanah yang membalut tubuh kakak mereka, ketiganya membawa bunga serta kertas undangan di atasnya. Anan menunduk sekilas, merasa agak Lelah dengan drama yang terjadi hingga membuat ibu mereka tidak dapat mengunjungi makan Kanu hari ini. Ayah mereka menemani di rumah sakit. Walau sebenarnya bukan hanya Kinan yang semakin tua dan mudah drop karena berita mengejutkan dari anak-anaknya, tetapi juga Gina---wanita yang sudah ketiganya anggap sebagai tante kandung---sama cepat lelahnya. “Kak, kita nggak sepenuhnya ngerti apa yang terjadi dengan kisah keluarga yang dulu. Ini undangan dari kak Gika kesayangan kak Kanu,” Anan menghela napas. “Kak Gika akan menikahi saudara satu ayah kakak.” Abnan melirik adik bungsu mereka, Arkeandanu bingung sendiri. Tentu saja, si kembar juga
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


