Anggi menyiapkan sarapan untuk Lucas dan mereka berencana untuk berangkat sendiri – sendiri karena tidak ingin orang lain tahu mengenai status hubungan mereka berdua sampai permasalahan selesai. Lucas memandang Anggi yang menyiapkan segala keperluan dirinya membuat teringat akan sang mami yang selalu memperhatikan dirinya dan adik – adik seolah takut kami kekurangan sesuatu. Mereka berdua makan dalam diam seolah tidak ada yang perlu dibicarakan dan kali ini Lucas baru mengetahui apa saja yang Anggi lakukan ketika baru bangun tidur, meski mereka pernah bertetangga di apartemen tapi Lucas tidak pernah tahu apa yang Anggi lakukan. “Hati – hati dan jangan ngebut,” ucap Lucas yang diangguki Anggi. Lucas menarik tengkuk Anggi dengan menciumnya lembut hanya sekedar untuk menyampaikan perasaanny

