Lucas mengikuti perkataan Rifat dengan masuk ke dalam ruangan kembali, Rifat menjelaskan sesuai dengan bahasa yang mudah dirinya mengerti. Perkataan Rifat benar bahwa dirinya perlu mengetahui lebih dalam sebelum masuk ke dalam ruang rapat, tidak lama kemudian Devan masuk dengan senyuman dan berkas yang sudah berada ditangannya membuat Lucas bertanya apa yang dibawa oleh Devan. “Laporan yang harus aku berikan ke kamu nanti,” Devan seolah paham apa yang ada di dalam benak Lucas “kamu kan nanti akan memimpin seluruh perusahaan jadinya laporan harus diberikan padamu termasuk laporan dariku.” “Aku masih magang jadi perlu bimbingan lagi pula Mas Rifat ahli ini dalam membaca semuanya.” “Kalau bos bisa jadikan aku pimpinan gak akan didik kamu,” Rifat menatap Lucas tajam membuat Devan tersenyum

