Bab 34. Ejekan Bu Lina

997 Kata

Sisilia membuka pintu rumahnya. Jarum jam baru saja menunjukkan diangka 5 kurang 10 menit. Hari juga masih lumayan gelap. Meski begitu, pagi-pagi sekali memang ia harus membuka pintu rumahnya dan mengeluarkan barang-barang yang akan ia jual. "Kayaknya aku harus nabung banyak-banyak biar nggak susah payah kayak gini buat buka tutup sampai harus keluarin barang-barang segala. Capek tiap hari kayak gini," gumam Sisilia pada dirinya sendiri. Untuk membuka toko, ia belum memikirkan untuk membuka dimana. Sementara minimarketnya ukuran tanahnya pas-pasan dari samping kiri ke samping kanan. Hanya halamannya saja yang agak luas maju ke depan. Mau membangun toko di halaman depan rumahnya ini juga tidak memungkinkan karena akan sulit kendaraan roda empat keluar masuk. Terutama, mobil Debora jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN