Pertemuan

1460 Kata
Ashlyn berjalan ke arah dapur untuk mengambil air karena merasakan haus, Ashlyn memang terbiasa terjaga tengah malam untuk minum namun karena baru tiba dan sedikit lelah Ashlyn lupa meminta maid yang mengantarkannya makanan tadi untuk meminta minum. Ashlyn melewati ruang tengah yang begitu besar dan terdapat sofa-sofa besar yang besar di ruang tersebut. Saat melewati ruangan tersebut Ashlyn mulai mencium wangi wangi yang sangat mengodannya dan sudah ia kenal. semakin dekat Ashlyn tidak hanya mencium bau yang semakin kuat namun juga mulai terlihat di kedua bola matanya seorang lelaki yang memakai kemeja putih  yang di lipat sampai ke bawah kedua lengannya dan memperlihatkan kedua tangannya yang berotot.             Mata Ashlyn terbelalak saat melihat wajah lelaki itu, lelaki yang ingin Ashlyn hindari nyatanya berada di sini satu pack di tempat sekarang. Sebenarnya apa yang direncanakan Moon Godness kepadanya hingga harus bertemu kembali dengan lelaki itu. Ashlyn yang tersadar dari lamunannya melangkah mundur lalu berbalik untuk menghindar lelaki itu yang ada dipikiran Ashlyn sekarang hanya memasuki kamarnya kembali dan bersembunyi dari lelaki itu. Ashlyn berlari secepat yang dia bisa untuk menuju kamarnya.             Pintu kamar Ashlyn semakin terlihat dan tampa menunggu Ashlyn bergegas untuk memasuki kamarnya, namun belum sempat Ashlyn menutup pintu kamarnya ia merasakan sentakan yang kuat di tangannya sehingga saat Ashlyn menyadari semuanya lelaki itu sudah ada di hadapannya menghimpitnya di antara pintu kamar dan tubuh lelaki itu.              “Hallo...sweety! merindukan ku,hm...? Ujar Luke menatap Ashlyn dengan mata tajamnya dan sebuah seringai muncul di bibirnya melihat Ashlyn yang masih terkejut dengan apa yang ia lakukan. Ashlyn mengerjabkan matanya beberapa kali dan mulai berusaha untuk melepaskan diri. “Lepas...” ujar Ashlyn mencoba mendorong lelaki yang menghimpitnya. Luke menyeringai mendengar suara Ashlyn yang terus menberusaha untuk melepaskan diri, namun Luke bukanlah orang yang akan melepaskan dengan mudah apa yang dia inginkan. Dengan mudahnya Luke mengangkat dan menahan keduaa tangan Ashlyn di atas kepala wanita itu lalu menyusupkan lututnya di antara kedua kaki Ashlyn agar mempersempit gerakan Ashlyn. Ashlyn yang semakin terdesak semakin bergerak dengan brutal untuk melepaskan diri, namun bagi Luke itu hanya gerakan kecil yang tidak menganggunya sama sekali. “Khe khe khe kau masih saja lemah Sweety.” Ujar Luke  lalu semakin merapatkan tubuhnya kepada Ashlyn. “b******k! Lepaskan aku.”Ashlyn benar-benar membenci pria yang ada di depan sekarang. “Ha ha ha, Kau kira aku akan melepaskan mu setelah semua ini, he? Apa kau berpikir kau datang ke sini adalah sebuah kebetulan. Sadar lah sweety akulah yang mengatur semuanya.” Ujar Luke dan mengecup Ashlyn dengan pelan. Ashlyn yang masih terkejut dengan apa yang baru di ketahuinya memiringkan kepala nya untuk menghindari ciuman Luke di wajahnya. Luke mengamati wanita yang memandang ke arah lain dan tidak mau menatapnya, wanita itu terus diam dan tidak merespon apa yang baru saja dikatankannya. Apakah Ashlyn terlalu terkejut hingga tidak bisa mengeluarkan suara. Namun luke tidak terlalu memikirkannya dan mengambil kesempatan itu untuk menganggkat Ashlyn dan meletakkannya di atas tempat tidur wanita itu. Luke yang memanggul Ashlyn di bahunya bergerak dengan cepat untuk meletakkan Ashlyn lalu menindihnya agar Ashlyn tidak melarikan diri. Ashlyn yang telah berbaring terlentang diranjang dengan kedua tangan yang sudah di tahan di sisi kiri dan kanan kepalanya semakin sulit bergerak karena Luke yang langsung menindihnya. Dan lelaki itu juga menahan kaki Ashlyn dengan kakinya kembali. Luke benar-benar sudahmemperhitungkan semua gerakan perlawanan yang akan ashlyn lakukan kepadanya. Mata Ashlyn dan Luke saling menatap. Aslyn yang memandang Luke penuh kebencian dan kemarahan dan Luke yang memandang Ashlyn dengan tatapan meremehkan seperti dulu. Dan jangan lupakan seringaian yang lelaki itu berikan kepada Ashlyn sehingga membuat Ashlyn semakin terhina. Mungkin bagi wanita-wanita diluar atau wanita yang ada di sekolah mereka dulu akan berteriak histeris melihat Luke yang menyeringai ke arah mereka. Namun sekarang situasi sangat berbeda Ashlyn merasa sedang dalam bahaya jika di dekat lelaki itu. “Apa mau mu b******k? Lepaskan aku!” ujar Ashlyn kembali berusaha melepaskan diri dari kukungan lelaki di atasnya. Luke menyeringai semakin lebar mendengar perkataan Ashlyn kepadanya. “Ssstt...kenapa kau kasar sekali sekarang sweety? Pergi selama sepuluh tahun ternyata sedikit merubah cara bicaramu hingga tidak bisa bicara sopan kepada pasanganmu sendiri.” Ujar Luke lalu menunduk kan kepala untuk mengecup leher Ashlyn yang sedari tadi mengodanya. Tampa sadar Luke yang tadi hanya ingin mengecup leher Ashlyn berubah menjadi hisapan dan gigitan hingga meninggalkan bekas. Mata Ashlyn terbelalak saat meraskan bibir Luke yang berada di lehernya. Wangi Citrus dan lemon yang menguar dari tubuh Luke membuatnya melemah dan sedikit tenag dari emosinya yang meluap karena ulah lelaki itu. Ashlyn menutup matanya dan kecupan-kecupan kecil yang ada di lehernya terasa semakin menggodanya sehingga memunculkan setetik gairah dihatinya. Saat Ashlyn merasakn hisapan dan gigitan yang kuat dilehernya barulah Ashlyn tersadar kembali dari rayuan yang diberikan Luke kepada tubuhnya. “Akh apa yang kau lakukan b******k! Lepaskan aku!” teriak Ashlyn. Liam yang sudah mulai kehilangan k****l tersadar saat mendengar teriakan Liam, hingga menghentikan tindakannya. “s**t!” Luke menghentikan tindakannya dan menarik nafas di leher Ashlyn meghirup wangi yang keluar dari tubuh Ashlyn untuk menenagkan gairahnya yang mulai bangkit karena berada di dekat wanita itu. Luke mengangkat wajahnya lalu menatap Ashlyn dengan tatapan tajam dan b*******h. “Apa mau mu?” tanya Ashlyn menatap Liam dengan tatapan serius dan juga berusaha menahan gairahnya karena terus berada di dekat Luke. “Bukankah sudah jelas sweety, Aku mengingkanmu.” Ujar Liam. “Apakah kau gila? Aku tidak mau denganmu!” Ashlyn begitu marah saat mendengar ucapan lelaki itu kepadanya. “Ssst, tenanglah sweety, tentu saja aku tidak gila dan aku serius dengan apa yang ku katakan. Bukankah kita pasangan yang telah di takdirkan Moon Godness dan memang sudah seharusnya kita bersama.” Jawab Luke percaya diri. “Jangan bercanda b******k! Apa kau lupa yang kau katakan dulu kepadaku, kau tidak menginginkanku sebagai mate mu. Dan sekarang kau mengingkanku, jangan bercanda!” jawab Ashlyn. “Haa...ternyata kau masih mengingatnya! apa kau merindukanku selama ini Ashlyn?” seringai Luke seolah mengejek Ashlyn yang menatapnya tajam.  “Dalam mimpimu.” Jawab Ashlyn ketus “Mimpiku akan menjadi nyata Ashlyn dan kau akan menjadi milikku secepatnya.” ujar Luke yakin. “b******k! Lepaskan aku!” “Hahaha tenanglah sweety  aku akan melepaskanmu sekarang. Namun jangan mencoba untuk lari atau kau ingin semua teman-temanmu menjadi santapan anjing liar di hutan.” seringai Luke. “b******k! Apa yang kau lakukan ha?” “Ssst sweety! Kau sudah terlalu banyak mengatakan kata-kata kasar itu kepadaku. Kau harus menjaga ucapanmu atau akan ada yang terjadi kepada teman-teman manusiamu di luar sana” jawab Luke. “Kau!” Ashlyn menatap Luke dengan tajam lelaki di atasnya ini benar-benar sudah mengetahui dan merencanakan dengan baik untuk menjebaknya. “Berhentilah berpikir dengan otak cantikmu itu Sweety, menurutlah kepadaku maka semua yang kau miliki akan tetap aman seperti biasa dan juga teman-teman manusiamu akan tetap tahu bahwa kau bukanlah manusia biasa seperti mereka.” Ujar Luke.  Ashlyn masih terdiam mendengar perkataan Luke kepadanya. Ashlyn tidak tahu seberapa jauh Luke telah mencampiri kehidupannya sehingga mengetahui teman-teman manusianya. Ashlyn tidak ingin mengambil resiko dengan melawan Luke namun juga tidak ingin diperlakukan semena-mena di sini. “Tak bisakah kau melepaskanku....” Ashlyn berusaha bernegosiasi dengan kepala dingin sekarang dan berharap ini akan berhasil walaupun terlihat mustahil. “Tentu saja tidak sweety, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Apa kau berpikir selama ini aku melepaskanmu dan tidak tahu apa yang kau lakukan,  aku bahkan bisa mengakses semua hal milikmu, rumah, mobil dan kendaraan dan semua data-datamu itu bisa dengan mudah ku dapatkan dan ku hancurkan jika kau melawanku. Termasuk orang-orang di sekelilingmu. Dengar sweety aku hanya bermain-main dan membiarkan mu selama ini namun sekarang itu tidak akan terjadi lagi kau harus tahu dimana tempatmu.” Ujar Luke. “Kau benar-benar brengse!” ucap Ashlyn “Sweety bukankan aku udah memperingatkanmu soal kata-kata kasarmu.” Jawab Luke menyeringai. Ashlyn merinding melihat tatapan dan seringain Luke yang tampak licik di wajahnya yang seperti merencanakan sesuatu untuk Ashlyn. Ashlyn baru saja bersiap untuk mendorong lelaki di atas nya namun dengan cepat Luke menahan Ashlyn dan mencium bibir Ashlyn dengan ganas. Ashlyn yang terus berontak membuat Luke menahan kepala Ashlyn dengan tangan kanannya dan menahan kedua tangan Ashlyn dengan tangan kirinya. Tidak kehabisan akal Ashlyn lalu mengigit bibir Luke hinga berdarah. Luke mengangkat wajahnya karena gigitan Ashlyn terasa cukup sakit di bibirnya. Luke menghapus darah yang kelar dari bibirnya menggunakan tangan kanannya yang suag tidak menahan kepala Ashlyn. “s**t!” umpat Luke menatap tajam Ashlyn. Ashlyn masih berusaha mengatur nafasnya yang memburu terlihat dari dadanya yang turun naik dengan cepat. Tatapan tajam Luke kepadanya tidak membuat Ashlyn merasa takut kepada lelaki itu. “Suatu hari kau sendiri yang akan memohon sentuhanku, Ashlyn.” Ujar Luke. Setelah mengatakan itu Luke pergi dari kamar Ashlyn tampa menunggu jawaban dari wanita itu. Ashlyn yang melihat kepergian lelaki itu stelah keluar langsung bangun dan dengan berlari segera menutup pintu dan menguncinya. Ashlyn terduduk dengan lesu dan setelah di tinggalkan Luke. Air mata Ashlyn mengalir di kedua pipinya. Ashlyn tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini lagi. Di hina dan diremehkan. Walaupun sudah sepuluh tahun  berlalu namun sakit yang telah di timbulkan oleh luka lama masih sangat membekas di ingatan Ashlyn. Kenapa lelaki b******k itu ingin mengambi lagi sesuatu yang telah dibuangnya. Ashlyn bukan boneka yang bisa di buang dan di ambil sesuka hati lelaki itu. TBC  follow,love and comment...thank you,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN