Bab 14.

1879 Kata

Rizal sudah tiba di bandara pukul 6 pagi. Dia mengajak Mbak Siti, ART-nya sekaligus masih saudara sepupunya, untuk mengasuh Sasti selama di Yogya. Rizal mulai gelisah. Berulang dia mengecek waktu di jam tangannya. Pandangannya mengedar ke seluruh area ruang tunggu bandara, gate yang akan membawanya menuju Yogya. Tapi, Ratih sama sekali tak terlihat. Padahal jam boarding sudah sebentar lagi. “Tante ikut kita, Pa?” Sasti dengan polosnya bertanya. Semalam, Rizal sudah memberi tahu putrinya kalau hari itu mereka akan pulang ke rumah kakek dan neneknya. Beberapa hari terakhir, Rizal juga sudah menjelaskan pada putrinya, siapa Ratih dan kenapa dia harus Ratih yang dipilihnya untuk menjadi ibu bagi Sasti. Rizal mengusap kepala Sasti, lalu kembali ia mengedarkan pandangan. Berkali dia menco

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN