“Gimana sih, Prit? Kok kamu nggak bilang kalau kamu mau keluar kerja?” protes Desti tatkala mereka sudah keluar dari ruangan Pak Sofian. Posisi meja kerja mereka bersebelahan, hanya dibatasi partisi pendek. “Aku sebenarnya sudah lama mau keluar. Cuma Pak Sofian minta ada pengganti dulu. Maklumlah aku sudah lama di sini. Dan yang pegang keuangan dari dulu, ya aku. Aku bosen, say. Nggak naik-naik jabatan. Makanya aku pilih keluar, cari suasana baru,” jelas Prita. “Trus aku nanti gimana?” tanya Desti. Dalam hatinya, dia mulai panik. Tadinya dia menyangka Prita akan selalu ada untuknya. Tapi, kalau Prita sampai keluar, bagaimana nasibnya. Tenang aja. Bos itu baik kok. Cuma dingin aja. Asal kita kerjanya bener, dia nggak bakal ngomel,” sambung Prita. “Aku masih sampai akhir bulan di sin

