Suara gaduh di luar kamar membuat Ratih menghentikan gerakannya berkemas. Namun, Ratih ragu untuk mengintipnya keluar. Ratih tahu diri kalau dia anggota keluarga baru di rumah itu. Namun, suara Prita yang terdengar olehnya benar-benar menganggunya. “Lagian, kamu kok kesannya buru-buru nikah sama Mbak Ratih. Memang ada apa? Kamu dijebak sama Mbak Ratih? Tampangnya aja polos, tapi pinter juga mainnya.” Nada suara Prita yang terdengar menyindir, membuat hati Ratih semankin merasa tersayat. Tak hanya terkesan menuduh, namun juga merendahkan. Proses pernikahan antara Rizal dan Ratih memang cepat. Namun, itu tak seperti yang dituduhkan Prita. Ratih hanya mengikuti rencana yang telah ditentukan oleh keluarganya, karena kebetulan adiknya mau menikah. Dan Rizal yang banyak komunikasi dengan k

