Bab 25

1480 Kata

Hampir saja Rizal menonjok wajah Gavin, andai Anto tak segera datang menahan tangannya. Entah kapan Anto sudah berdiri di belakangnya. Padahal tadi Rizal melihat wajah Anto yang pucat dan hendak dibelikan minum olehnya. Justru kini Anto lah yang menenangkannya. “Sabar, Pak!” bisik Anto sembari menarik tangan Rizal, agar pria itu mundur. Rizal menghela nafasnya sembari berjalan menjauh. Tangannya masih gemetar. Jantungnya masih berdegup kencang. Bahkan rasanya darah masih naik di ubun-ubun. Anto mengikutinya di belakang, setelah Desti memberinya kode agar Anto pergi. “Sebaiknya kamu selesaikan masalahmu dengan Rizal. Aku tak ingin menjadi orang ketiga dalam pernikahan kalian,” ucap Gavin pada Desti. “Kamu bukan orang ketiga, Kak. Justru Mas Rizal adalah orang ketiga dalam hubunga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN