Elora dan Damian baru saja keluar dari ruangan dokter Liam. Tidak ada yang berubah dari informasi yang didapatkan oleh Elora, dari hasil yang sebelumnya. Keadaan ayah Elora tetap sama saja, dan itu cukup membuat Elora terpukul. Walau tidak semenyesakkan dadaa seperti awal-awal. “Tidak perlu menatapku seperti itu,” Elora sedikit mendongak, guna menyatukan tatap dengan Damian. “Ini hal biasa, dan aku sudah sering mendengarnya.” “Aku tau ini sangat tidak mudah bagimu,” balas Damian. “Tapi masih ada sedikit harapan untuk sembuh. Dan kau harus yakin jika semua itu akan terjadi. Semua hanya soal waktu saja, Elora.” “Sampai kapan waktunya, Damian?” tanya Elora, seolah menginginkan jawaban yang pasti. Matanya terlihat seperti orang yang sudah putus asa dan pasrah dengan segala sesuatu yang a

