Damian menyadari ruang kosong yang ada di sebelahnya, saat kesadarannya kembali dari tidur lelapnya. Diraba-raba sebelahnya, namun ia tidak menemukan Elora sama sekali. Kedua matanya mulai mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya bangun dan menyingkap selimut tebalnya. “Elora...” panggil Damian dengan suaranya yang serak. Khas orang yang baru saja bangun tidur. “Aku di sini!” Suara Elora terdengar dari ruang tengah. Damian bergegas menyusulnya, dan mendapati puan itu tengah memotong buah apel untuk dirinya sendiri. Damian mendekat dengan kening yang sedikit dikerutkan, sebab matanya masih agak berat untuk dibuka total. Pria itu memindai Elora dari atas sampai bawah. Ada yang berbeda dari puan itu. Cara berdirinya saat ini menarik perhatian Damian. Damian rasa, ia tahu penyebabnya

