Elora sudah terbangun sejak 30 menit yang lalu. Namun rasanya ia tak sanggup untuk bangkit dari atas kasur saat ini juga. Seluruh tubuhnya terasa pegal bukan main. Apalagi bagian inti tubuhnya yang masih terasa perih saat ini. Jika di ingat kembali apa yang terjadi semalam membuatnya sedikit agak malu sendiri. Ingin protes dan meminta pertanggungjawaban siapa jika sudah begini? Tidak ada, kan? Toh ia begini juga karena ulahnya sendiri. Kedua mata Elora melotot saat ia merasakan sebuah tangan besar memeluknya. Tanpa suara dan dengan sedikit pergerakan, Elora melirik perutnya yang sudah dilingkari oleh tangan seorang pria yang tak lain adalah Damian. Ya, Damian Anderson, adik iparnya sendiri. Elora menggigit bibir bawahnya saat ini. Lagi-lagi apa yang terjadi semalam kembali terulang

