Nilam hanya tersipu malu dengan ucapan yang keluar dari mulut anaknya. Mereka duduk di teras untuk mencari angin yang bisa memberikan suasana menyejukkan. “Ma, boleh enggak kalau Aurora mau minta waktunya.” “Boleh, dong. Memang ada apa, Nak?” tanya Nilam sembari tersenyum ke arah anaknya. “Aurora mau bercerita, ya, sekadar berkeluh kesah. Mama tidak perlu menjawab, tapi kalau memang mau memberikan nasihat, Aurora terima dengan baik. Aurora cerita dulu, kalau sudah selesai baru Mama balas, ya.” “Fine,” jawabnya. Aurora pun bergegas untuk mengungkapkan segala keluh kesah yang mengganjal di dalam hati. Dia mencurahkan segala perasaan mengenai pekerjaan. Aurora masih merasa kebingungan dengan pendapat yang diberikan oleh Jasmin. Dia merasa takut jika apa yang dia kerjakan nantinya malah ti

