Bukan Berarti Selesai

1524 Kata

"Siapa yang mukul?" tanyanya begitu mendengar Dina berbicara. Saudara kembar sablengnya itu tampak kesal saat mengetahui ceritanya dari Farras. Biasa, kabar burung seperti ini sudah pasti berkeliaran ke semua telinga keluarga besar mereka. Tapi Dina tak pernah tahu kalau Ardan sangat serius kali ini. "Siapa lagi yang gak suka sama Kak Aya sejak dulu?" Tangan Ardan terkepal. Cowok itu bahkan baru saja kabur dari kantor. Niatnya sih, ingin pulang dan istirahat di rumah. Begitu tiba di rumah, ia malah ikut terkompor oleh Dina yang sedang emosi. Dina bukan mengadu. Ia hanya bercerita. Hal semacam ini sudah sangat wajar. Namun sekali lagi, ia tak tahu kalau emosi Ardan langsung naik seketika. "Siapa?" tanyanya dengan mata tajam. Andai Dina sedang tak kesal mungkin ia sudah meledek Ardan seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN