Suara dering ponsel yang ada di atas nakas berbunyi memenuhi seluruh ruangan kamar. Seorang laki-laki muda kini masih terlelap di atas tempat tidurnya sambil memeluk guling yang ada di depannya. Selimut hangat masih membalut tubuh Langit. Perlahan laki-laki muda itu membuka matanya. Dengan susah payah tangan Langit meraih ponsel miliknya yang berada di atas nakas. "Halo," ucap Langit sambil menguap. [Halo, Langit.] terdengar suara orang yang Langit kenal. Suara itu tidak asing baginya. "Siapa?" laki-laki muda itu kini duduk. [Aku Viona. Apa kau lupa? Baru juga beberapa hari kita tidak ketemu, kenapa kamu lupa sama aku sih?] "Ngapain lo telepon gue?" [Kangen saja sih, Langit. Kenapa kamu galak begitu sih?] "Gue sibuk." Kemudian mematikan sambungan teleponnya dan membuang p

