Ucapan ibu tua tadi masih terngiang di telinga Dhealova. Perempuan muda itu sedang berpikir bagaimana ibu tua itu bisa berkata seperti itu tadi? Apakah ibu tua itu seorang peramal atau dukun? Saat Dhealova sedang asik melamun, tiba-tiba saja Langit memanggilnya. "Dhealova?" panggil Langit. Melambaikan tangannya di depan wajah Dhealova. "Kenapa melamun, mikirin ucapan ibu tua tadi?" lanjut Langit ketika melihat Dhealova tersadar dari lamunannya. Perempuan muda itu mengangguk pelan seraya menatap mata Langit. "Apa kamu percaya dengan apa yang dikatakannya?" Dhealova menggelengkan kepalanya pelan. "Kalau begitu, untuk apa kamu memikirkannya?" kedua tangan Langit memegang bahu Dhealova. Perempuan muda itu masih diam. "Ayok kita belanja." Langit mengajak Dhealova masuk ke dalam pa

