Asmara terulang Part 40 Luka Seorang Bocah * Hampir sebulan Elisa dan Gibran dikurung dalam kamar. Tak terhitung lebam dan memar yang ada di sekujur tubuh keduanya. Roy memperlakukan mereka seperti anj*ng mainan, yang dikasih makan dan dipukuli kapan pun ia mau. Kadang pagi ia akan bermain dengan mereka sebelum berangkat kerja, pun saat pulang bekerja. Ia bermain-main dengan dua anj*ngnya. Lelaki yang pernah mencintai dengan tulus itu, kini berubah seratus delapan puluh derajat. Tak ada lagi kata cinta, perlakuan lembut, atau bahkan sapaan. Yang ada hanya setiap pintu itu terbuka Gibran akan selalu berlindung dalam pelukan ibunya, dan Elisa harus siap akan pukulan atau tendangan dari Roy. Kejadian demi kejadian yang dialami Gibran, membuat bocah itu lebih pendiam. Tatapannya kosong s

