Namun, tidak seperti yang dijanjikan oleh Regan sebelumnya. Saat mereka sudah selesai makan malam, Regan memutuskan untuk menuju ke pusat kota yang lebih ramai. Dia ingin menikmati suasana malam di tempat itu. Malam di Swiss sungguh berbeda dengan di negara Indonesia. Walaupun saat itu sudah lewat dari jam 09.00 malam tetapi langit masih kelihatan terang, tidak gelap dan juga masih banyak orang yang melakukan aktivitas di luar rumahnya. “Elektra, bagaimana kalau kita ke pusat kota, sebentar saja?” tanya Regan. Pemuda itu masih sangat bersemangat seolah energinya belum juga berkurang sedikit pun, malah bertambah karena dia baru saja menghabiskan sekotak pizza meaty. Elektra tidak terkejut mendengarnya. Dia paham, sebagai pelancong orang seperti Regan akan selalu penasaran dengan keadaan

