Part 21 Psikopat

2038 Kata

Karena pagi ini ada meeting dadakan,aku pun berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya. "Nis..."indra menahan tanganku yg hendak keluar mobil. "Iya ndra..gmn?"kutatap lekat wajahnya.ada gurat kecemasan yg tdk dapat diungkapkannya. Aku yakin dia masih cemas jika revan dan aku dekat.dia takut revan juga mempunyai niat terselubung terhadapku. Kalau boleh jujur,aku pun demikian. "Mmmm..hati2 ya.. Kabarin aku terus kalau ada apa2."katanya. "Iya sayang..pasti.."lalu ku kukecup pipinya dan keluar mobil dgn senyuman agar dia tdk terlalu mencemaskanku. Sampai ruangan ku,ternyata masih sepi. Aku yg kepagian apa mereka yg kesiangan? Selagi menunggu teman2 yg datang,aku menyiapkan beberapa dokumen utk meeting nanti. Tiba2 tercium bau bunga yg sangat wangi.aku tolah toleh mencari sumber bau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN