Dgn menenteng sebuah parcel buah,indra menggandeng ku menuju koridor rumah sakit. Kami hendak menjenguk revan yg sudah 3 hari dirawat disini setelah insiden penculikanku kemarin. Aku merasa sangat bersalah karena masih tdk mempercayai revan,mungkin memang dia sudah berubah.. Sampai kami disebuah ruang rawat inap kelas 1..indra membuka pintu ruangan itu lalu menggandengku masuk. Disana revan sedang terbaring sambil tertidur.kami mendekati nya dgn langkah yg terkesan diatas angin,alias tanpa suara .takut membangunkan revan yg sedang istirahat. Namun usaha kami sia sia.revan justru membuka matanya lebar lebar.mungkin aku harus mempelajari ilmu meringankan tubuh sama eyang uyut seandainya beliau masih sehat. Aku dan indra saling melemparkan pandangan,terkadang aku melotot ke arahnya,dia

