(POV Jamie) Kurasa mempekerjakan Shakira adalah keputusan yang tepat. Dia wanita yang super. Biar pun sudah punya calon suami yang siap sedia menanggung segala beban. Shakira tidak mau hanya sekedar berpangku tangan. Walau pada akhirnya, aku kena tegur Aldi. "Kenapa harus nerima Kira kerja sih, Jam?" sungut Aldi tanpa mau memandangku. Lelaki itu mengunjungiku untuk tanda tangan kontrak usai mengantar Shakira. Usai membubuhkan paraf tidak kusangka Aldi mengajukan pertanyaan seperti itu. Wajah keruh dan gesturenya menandakan jika dia tengah termakan cemburu. "Ya, karena dia butuh perkerjaan." Aku menjawab tenang. Aku sendiri sedang fokus memeriksa laporan. "Bukan karena ingin balikan sama dia lagi?" Tebakan asal dari Aldi membuatku mengangkat wajah dari layar monitor. "Maksud kamu apa

