Buatan Willona dan Mommy

1234 Kata

Tidak seperti pagi pagi sebelumnya. Tetes demi tetes air berjatuhan dari langit membasahi beberapa bagian permukaan bumi. Embun yang menempel di kaca jendela kamar rawat inap sebuah rumah sakit ternama di ibukota, menjadi sarana melukis Cassandra menggunakan jari telunjuknya yang seputih s**u. Saat hujan seperti ini, Cassandra teringat pada kebiasaannya di waktu kecil. Bermain di tengah hujan deras di teras belakang rumahnya bersama mendiang ayah tercintanya. Sering kali Sofie mendumel panjang lebar karena kelakuan mendiang suami dan putri tercintanya, yang suka tak ingat waktu dan mengabaikan panggilannya untuk menyudahi kegiatan rutin mereka di saat hujan deras turun. Rasanya, seluruh beban dan kesedihan yang Cassandra rasakan musnah tersapu air hujan yang membasahi tubuhnya. 'An

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN