"Breeengsek!!!" Suara teriakan bersamaan dengan pintu yang terbuka mengalihkan perhatian laki laki tua itu. "Sialan, beraninya ka-" Buuuuk... Lelaki paruh baya itu tersungkur saat belum menuntaskan umpatannya. Tinjuan keras yang di layangkan untuknya berhasil membuat sudut bibirnya memar. "Pergi kamu. Berani sekali mengacauku." Lelaki paruh baya itu kembali berdiri. Dia bersiap untuk mendekati Cassandra yang kini sudah duduk sambil menutupi dadaanya. "Bangsaaat! Masih berani menyentuhnya?" Lagi lagi tubuh lelaki pria itu ambruk. Bukan hanya sekali, bahkan sebuah tendangan di perutnya ikut serta untuk melumpuhkan pergerakannya. Setelah memastikan lelaki paruh baya itu tak berdaya, segera dia membuka jaket yang dia gunakan dan segera menutupi tubuh Cassandra. "Kita pergi dari

