"Bangsaaat!!! Menyingkir darinya!" Bersamaan dengan teriakan William yang menggema, suara beberapa tembakan terlepas saling bersautan memekakkan telinga. "Argh..." Erangan kesakitan memenuhi telinga Cassandra. Tubuhnya bergetar menyaksikan bagaimana daraah bersimbah di tubuh laki laki yang dia cintai. Laki laki yang nyaris memperkosanya itu ambruk ke tanah, setelah tiga peluru bersarang di bagian perut dan kaki. Dua di antaranya di hadiahkan langsung oleh William hingga cairan merah segar itu muncrat mengenai sebagian tubuh depan William. Cassandra berteriak tertahan sambil menggelengkan kepalanya. Matanya terbelalak seolah ingin menyampaikan sesuatu, tubuh gemetarnya ikut bergerak untuk berdiri. William masih berniat untuk melepaskan satu peluru lagi ke tubuh laki laki itu, namun

