"Nggak. Aku nggak bisa." Willona sedikit terkejut. Sudut alisnya bahkan terangkat ke atas. "Maksud kamu nggak bisa?" Belum sempat Cassandra menjawab. Pintu kamar kembali terbuka dari luar setelah dua kali ketukan terdengar. Satu perempuan lagi masuk ke dalam, untuk bergabung bersama Cassandra dan Willona. Dia adalah Andhara. Senyuman yang membingkai di wajahnya semakin membuat Andhara terlihat cantik sempurna. Sejak pertama bertemu Andhara, jujur saja, Cassandra mengagumi kecantikan yang di miliki Andhara. Wajar saja jika William pernah mencintai Andhara dan sedikit menggila saat mengetahui akan di tinggal jauh oleh perempuan bermata teduh itu. "Apa aku mengganggu kalian?" Andhara berusaha masuk dalam ranah pembicaraan keduanya. Kepala Cassandra menggeleng samar, tanpa mengeluar

