. . . Di sebuah dapur modern dengan d******i warna putih serta dihiasi dengan sentuhan garis hitam mengkilap itu, terlihat sesosok wanita cantik berbalut jubah satin longgar di atas lutut, sedang sibuk menyiapkan menu sarapan pagi bagi seseorang yang baru saja ia gigit sebelumnya. Sesekali, jubah satin itu tertiup angin segar dari arah jendela kaca yang ada di sebelah kirinya menyingkapkan kulit paha Shen Yiyi yang terlihat begitu menggoda! Tanpa Shen Yiyi sadari, sepasang mata tajam terlihat berkilat setelah menyaksikan pandangan indah di depannya. Sungguh, pemandangan ini bukanlah sesuatu yang Mu Shenan pernah bayangkan selama umur hidupnya! Di dalam dunia seorang Mu Shenan, ia hanya terbiasa dengan sebuah 'rutinitas'. Dan apa yang ada di hadapannya ini bukanlah bagian dari rutinita

