Sebuah Kenangan

1480 Kata

Claudia bangun, gairah bertarungnya masih membara. Ia pun lari kembali untuk menghabisi sisa vampir itu. "Aaauuuu!" Melolong panjang, tanda bahwa ia akan memenangkan pertarungan kali ini. Hermes terdesak, ia tidak bisa kemana-mana. Pemuda itu hanya diberikan kesempatan untuk menghindar dan menangkis serangan vampir gila itu. Langkah kakinya lama kelamaan mundur selangkah demi selangkah. Hermes berusaha menahan agar dirinya tidak terdesak ke dinding salah satu toko. Namun, sia-sia saja usahanya. Serangan vampir itu terlalu bernafsu untuk bisa mengalahkan Hermes dan mendapatkan darahnya walau hanya setetes saja. Claudia berlari dan siap menusukan kayu itu ke punggung vampir itu. Tapi, rencana Claudia tidak berhasil. Insting vampir itu rupanya begitu peka oleh kehadiran Claudia, ia menari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN