Christ menggulung kembali kertas denah itu, kemudian ia membuka gulungan lain yang ia letakan di sisi meja. Denah dari sebuah rencana yang benar-benar rapih dan detail terpampang jelas di meja. "Rencana ini aku buat dengan bibiku," kata Christ. Hermes dan Claudia memperhatikan tiap detail rancangan dalam kertas di atas meja itu. "Ini sangat menakjubkan, bagaimana bisa kamu buat rencana sebagus ini, Christ?" Tanya Hermes, ia menganggumi kepintaran Christ. "Seperti yang aku bilang, bahwa aku tidak bekerja sendiri. Dulu, aku dan bibi Jennifer hendak melakukan p*********n ke istana raja vampir itu. Tapi sayang, bibi Jennifer harus mati di tangan Raja Vampir dengan sangat sadis!" Tukas Christ mulai mengingat kembali ingatan itu, dan ia terlihat sangat sedih sekali bila harus mengingat bag

