Christ memusatkan tenaganya, dan ia hempaskan kearah dua vampir yang datang padanya. Dari jarak yang cukup jauh, kekuatan itu melesat cepat layaknya hembusan angin. Tepat mengenai d**a, dua vampir itu pun terpental sangat jauh. Tersungkur di tumpukan salju yang tidak terlalu tebal. Walter melihat semua kekuatan Hermes dan Christ, keduanya sama-sama kuat. Lalu ia merasa minder dengan kekuatan dua pemuda yang kini sudah menjadi temannya. Walter melihat telapak tangannya, ia seolah melihat semua kelemahannya di dalam telapak tangan itu. "Kenapa cuma aku yang lemah?" Pikir Walter, merasa dirinya tak pantas menjadi bagian dari kelompok yang di pimpin Hermes. "Apa aku bisa menjadi kuat seperti mereka dan pantas menjadi bagian dari mereka?" Pikirnya lagi. Ia menghembuskan napasnya, lalu kembali

