Semilir angin menerpa Elysia yang baru saja membuka jendela kamar rawat inap papanya. Julio khawatir pada keadaan papanya sehingga memutuskan untuk merawatnya di rumah sakit di kota ini. Keadaan Elysia sekarang jauh lebih baik dari kemari di mana sekarang dia sudah bisa keluar dari rumah sakit. “Selamat pagi Elysia.” Elysia menoleh ke arah sumber suara dan tersenyum ke arah papanya. “Selamat pagi Pa.” Elysia mengambil nampan yang berisi sarapan untuk papanya itu. “Ayo sekarang kita sarapan.” Sekarang waktunya Elysia membalas hal-hal yang dulu sering dilakukan papanya. Jika dia sakit papanya akan selalu menyuapinya dan sekarang giliran Elysia yang melakukannya. Setiap suapan yang dia berikan Elysia tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Melihat papanya yang baik-baik saja seperti ini me

