Sienna membolak-balik undangan pernikahan di tangannya. Ia tidak tahu, harus ia apakan benda itu. Sementara pria yang memberikan benda itu, sesekali melirik ke arah Sienna. Ia kesal sendiri melihat Sienna yang tidak kunjung memberikan respons. Suara helaan napas yang mencolok membuat Sienna otomatis menoleh ke kanan, ke sosok yang sedang mengemudikan mobil yang ia tumpangi. “Dari baju-baju yang kamu beli kemarin, ada kan yang cocok buat datang ke acara itu?” tanya pria itu. Sienna mengerti apa yang dimaksud suaminya. Pasti pakaian dan belanjaan lain yang mereka beli bersama Mama Ilona beberapa waktu yang lalu. “Ada. Bajunya bagus-bagus kok, Kak.” “Oke, jadi kita nggak harus beli lagi,” balas Galen. Sienna mengernyitkan keningnya, berusaha merangkai clue yang ia dapatkan. Kemudian, bi

