Sienna menahan napas saat mendengar suara pintu terbuka. Saat ini, dirinya sedang duduk di depan meja rias. Ia bisa melihat pantulan Galen yang baru saja masuk ke kamar. Wajah pria itu tampak ditekuk, tetapi Sienna sungkan untuk bertanya, sehingga ia memilih diam. Ketika Galen berlalu ke kamar mandi, Sienna pun bernapas lega. Namun, masalahnya belum usai. Ia masih tetap harus bicara dengan Galen, untuk membahas di mana ia akan tidur. Rasanya, tak mungkin, kan, Galen akan mengizinkannya tidur di kasur pria itu? Sienna menggoyangkan kakinya dengan gugup. Melihat raut wajah Galen saat memasuki kamar tadi, sepertinya pria itu memang sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Meski memang, hampir setiap di depan Sienna lelaki itu terlihat tidak senang, tetapi kali ini berbeda. “Apa aku inisi

