Bagian 39 Keningku mengernyit saat mendengar Mas Rian mengatakan kalau aku menyiksa dirinya. Perasaan, aku tidak melakukan apa-apa terhadapnya. "Aku tidak pernah merasa menyiksa siapa-siapa. Tolong jangan seperti ini, Mas." "Kamu memang tidak menyiksa fisikku. tapi kamu menyiksa hatiku, Sandra. Apa kamu belum mengerti juga apa maksud Mas?" "Sandra, sebaiknya kamu tutup dulu butik ini. Tidak baik jika pelanggan butikmu mendengar keributan di sini. Mari aku bantu," ucap Mas Romi, sepertinya ia sengaja mengalihkan pembicaraan. Aku pun menuruti saran dari Mas Romi. Tirai penutup kaca ku turunkan, pertanda bahwa butik telah tutup. "Sandra!" Tiba-tiba Mas Rian meraih tanganku. Aku langsung menepis tangannya. Biarpun aku seorang janda, tapi aku bukanlah w************n yang bisa disentuh se

