"Daniel Franklyn Rosevalt Lander. Anda datang lagi, senang bertemu Anda setiap hari di Gereja ini. Anda sungguh pengikut yang setia." Seorang pria tua dengan pakaiannya yang serba putih perlahan mendatangi pria dengan nama yang panjang dan berpenampilan begitu rapi di baris paling depan. Pria yang dipanggil hanya tersenyum manis karena sejak tadi yang ia lakukan bukanlah berdoa atau merasa tenang di sini. Ia memiliki hal lain datang ke gereja. Ini adalah kehidupannya yang ke sekian, mungkin sudah tidak lagi ia hitung, terakhir kali ia menghitung kehidupannya ketika ia berada dalam perang dunia kedua. Dan itu sudah lama sekali, Rosevalt kembali mengingat tentang kehidupannya yang pertama: kala itu ia adalah sosok yang sangat dihormati, kala itu ia adalah pemimpin tinggi sebuah Gereja besar

