173. Curhatan Aiden

1908 Kata

Selesai mengerjakan semua pekerjaannya, kini Aiden duduk di sebuah ayunan yang berada di sisi vila. Ayunan itu menghadap ke arah hamparan pantai yang indah di depannya. Tidak biasanya Aiden menjadi galau seperti ini karena ucapan seseorang, namun karena ucapan kakaknya, itu semua menggangu pikiran Aiden. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, sejak tadi siang, Aiden belum menghampiri Deema karena ia masih sibuk dengan pekerjaan dan pikirannya. Kini ia butuh waktu sendiri dan memikirkan semuanya secara matang-matang. Aiden masih mencari cara agar semua masalahnya cepat selesai, tanpa harus meninggalkan Deema sendiri di sini. Seperti yang Kaila katakan tadi, jika nama Aiden dan Deema terus saja di sebut-sebut dan dijadikan bahan gunjingan karena hal ini. Padahal Aiden dan Deema tidak melaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN