161. Curhatan Deema

1768 Kata

Memejamkan matanya, membuka matanya, menutup wajahnya dengan bantal, bahkan menutup tubuhnya dengan selimut sudah Deema lakukan, tapi ia belum juga bisa tertidur. Niatnya memilih untuk tertidur dan beristirahat kini Deema malah menjadi bosan karena tidak bisa melakukan apa-apa. “Handphone?” pikir Deema. “Aish … kayanya ada di tas Mas Aiden,” ucap Deema yang baru teringat jika ponselnya ia titipkan kepada Aiden ketika di mobil sebelum ia berangkat ke rumah sakit. “Nyebelin banget sih,” kesalnya. Jika sudah seperti ini, Deema tidak tahu harus melakukan apa lagi karena untuk menggulingkan tubuhnya ke samping pun susah. “Gara-gara Avyan nih. Kalau Gue keluar sekarang, habislah harga diri ….” Handle pintu bergerak, Deema langsung melihat ke arah pintu, dan tak lama masuklah Mesha samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN