Detik ini, aku ingin mengingat senyummu yang cerah seperti mentari pagi. Terakhir kali aku melihatmu tersenyum secerah itu, saat aku berkata kepadamu bahwa aku akan menjadi penulis yang sukses. Kamu terlihat sangat bahagia. Bagaimana dengan sekarang? Apa kamu bahagia melihatku? *** Deeka meremas selimutnya dengan kuat. Jangan tanyakan soal perasaannya. Yang jelas, pasti kacau.Memarahi orang yang disayang adalah hal yang sulit untuk dilakukan, karena itu sama saja menyakiti diri sendiri.Saat Deeka membentak Nara tadi, hatinya juga merasa nyeri bersamaan dengan raut wajah Nara yang berubah kecewa. Sekarang, yang bisa Deeka lakukan hanyalah menyesali perbuatannya tadi.Kenapa harus marahin Nara, sih?! Namun, jika Deeka tidak bertindak begitu, Nara tidak akan pergi. Deeka sebenarnya senang

