8.Pacar

1310 Kata
“Darimana saja kau?” tanya Adam mengagetkan Naya yang baru saja membuka pintu. Saat itu Adam seperti menahan kesalnya pada Naya dan raut wajahnya terlihat penuh kekhawatiran. Naya ingin menjawab tapi Adam telah memotongnya, “Apa kau tidak tahu sekarang jam berapa?” potong Adam. Naya melirik jam yang menunjukkan pukul 20:30,cukup larut untuk ukuran anak SMA. “Maaf” ucap Naya dengan kepala tertunduk. “Kemarilah” ucap Adam kemudian. Naya bingung, ia pun mendongakkan kepalanya untuk melihat Adam, terlihat Adam merentangkan kedua tangannya, dengan segera Naya bergerak maju untuk memeluk Adam. Adam pun membalas pelukan Naya dengan begitu erat, bagaimanapun nakalnya Naya ia tak pernah bisa marah padanya. Adam sangat menyayangi Naya. “Lain kali tolong beritahu aku, aku sangat khawatir tahu” nasihat Adam. “Maafkan aku kak, aku lupa” ucap Naya. “Apakah kau sudah makan? Mau aku masakkan sesuatu?” tawar Adam. Naya tersenyum, ia sangat menyukai perhatian yang di berikan Adam. “Bolehkah aku minta dibuatkan nasi goreng?” pinta Naya tersenyum manis. “Tentu, sekarang ganti bajumu, sementara aku memasakkan nasi goreng untuk mu” perintah Adam. Naya mengangguk menuruti, ia pun cepat pergi berlalu ke kamarnya. Sepuluh menit berlalu, Naya sudah mengganti seragamnya dengan pakaian biasa ia pun menyusul Adam di dapur, terlihat Adam yang belum selesai memasak makanan untuknya, Naya pun hanya berdiri mengamati kakaknya yang tengah sibuk. “Jangan hanya berdiri disitu, duduklah, tunggu sampai makanannya selesai” ucap Adam saat menyadari keberadaan Naya di dapur. “Baik kak” jawab Naya riang. Ia pun duduk di salah satu bangku di ruang makan, menunggu sambil mengamati kakaknya memasak. Naya sangat yakin, di luar sana pasti banyak perempuan yang menginginkan kakaknya, dengan tinggi tubuh 178 cm, bahu lebar, dan wajah sempurna bak dewa yunani pasti mampu menaklukkan siapapun yang melihat. Dan jangan lupakan kemampuan kakaknya yang serba bisa, selain pandai memasak, kakaknya juga pandai berolahraga dan lumayan pandai dalam bidang akademis. Tak heran jika kedua orang tua angkatnya begitu membanggakannya pada para kolega dan client saat acara perusahaan. Dan yang membuat Naya kesal, tak jarang ada beberapa kolega ayahnya yang memperkenal purtrinya pada Adam, berharap Adam tertarik dan berminat menjadikan istri, bahkan sering juga Naya lihat beberapa wanita yang terang-terangan merayu kakaknya, meskipun tidak suka namun Naya mampu memaklumi, siapa yang tak kan tertarik dengan kakaknya, selain sifat dan bakatnya yang merupakan idaman bagi semua wanita, secara fisik Adam begitu sempurna bahkan jika ingin disamakan fisik Adam mirip dengan publik figur dari Korea Selatan, Kim Seokjin. Beberapa menit kemudian Adam pun selesai dengan masakannya, ia pun meletakkan sepiring nasi goreng dan segelas air putih di hadapan Naya. “Makanlah” perintah Adam. Naya pun tersenyum menuruti, ia pun segera menyantap nasi goreng buatan kakaknya. Meskipun mereka memiliki asisten rumah tangga yang siap menerima perintah, tapi tak jarang Adam memanjakan Naya dengan masakan buatannya, seperti sekarang ini, bahkan Adam rela menunggui Naya sampai selesai makan. “Setelah selesai makan segera cek tugas sekolahmu lalu setelah itu tidur, okay?” lanjut Adam lagi membuat Naya cemberut. Adam hanya tersenyum geli sambil mengusap puncak kepala Naya. Tiba-tiba sebuah notifikasi pesan muncul di handphone Naya. --- My lovely Sudah sampai rumah? --- Naya tersenyum geli, dengan nama kontak dan isi pesan yang terlihat begitu perhatian, membuatnya merasa seperti benar-benar memiliki pacar. Padahal hanya Atha yang mengklaim secara sepihak dan melarang Naya untuk menolak. Naya juga tak merasa keberatan, pasalnya ia belum memiliki seseorang yang harus ia jaga hatinya saat ini, jadi menurutnya tak masalah menuruti keinginan Atha. Ia pun segera membalas pesan Atha. --- Naya Iya sudah dari tadi kenapa? My lovely Tidak ada apa-apa hanya mengkhawatirkanmu --- Naya tertawa, ia tak menyangka jika Atha bisa seperhatian ini, pasalnya dari tadi siang ia selalu saja kesal pada Naya. Kegiatan Naya tak luput dari perhatian Adam, ia juga sekilas melihat nama kontak yang memberi Naya pesan. Tanpa Naya sadari, Adam cemburu melihatnya. “Naya sudah malam, cepat selesaikan makananmu” perintah Adam lembut. “Baik kak” jawab Naya patuh. Ia segera melahap habis makanan yang ada di depannya, dan sebuah notifikasi pesan muncul lagi di handphonenya. --- My lovely Untuk yang tadi siang, aku mohon berhati-hatilah, jika perlu bantuan segera hubungi aku, aku usahakan untuk bisa membantumu --- Naya tak berniat membalas dan hanya membaca sekilas, ia berfikir lebih baik segera menghabiskan makan malamnya agar bisa cepat kembali ke kamar. “Hoaaaam” Naya menguap menahan rasa kantuknya, tadi malam ia tidur sedikit larut, sehingga ia kurang tidur sekarang. Saat ini ia berada di mobil berdua dengan Adam, yang pagi ini entah kenapa Adam begitu bersikeras mengantarnya berangkat sekolah. “Sudah sampai” ucap Adam, terlihat mobil sudah sampai di depan gerbang sekolah Naya, Naya pun melepas sabuk pengamannya bersiap untuk keluar mobil. “Apakah nanti kakak boleh menjemputmu?” tanya Adam tiba-tiba membuat Naya terkejut, Adam pun curiga dengan reaksi terkejut Naya. “Ada apa? Kenapa kau terkejut?” tanya Adam penasaran. “Tidak, untuk apa?” jawab Naya. Ia mengurungkan niatnya untuk keluar. Adam terdiam sambil melirik tajam ke arah Naya, ia berfikir ada sesuatu yang di sembunyikan. “Emm, kak?” ucap Naya. Adam hanya menggumam sebagai jawaban. “Boleh kah saat pulang nanti, aku pulang sendiri?” tanya Naya. “Kenapa? Apa tak ingin di jemput kakak?” ucap Adam, tanya balik. “Bukan begitu” “Naya” panggil Adam, Naya menoleh melihat kakaknya.”Iya, ada apa?”tanya Naya lagi. “Apa kau sudah memiliki pacar?” Naya terkejut, mengapa Adam tiba-tiba menanyakan hal itu? “Kenapa kakak bertanya seperti itu?” tanya Naya penasaran. Adam hanya tersenyum mengusap puncak kepala Naya gemas. “Kalau kau memiliki pacar tidak apa-apa Nay, tapi jangan lupa perkenalkan pada kakak, biarkan kakak mengenal pacar mu juga” Naya meragu, ia bertanya sendiri apakah Adam melihat pesan Atha tadi malam? Sehingga ia tiba-tiba bertanya seperti itu, dan apakah ia harus mengakui Atha dan mengenalkannya pada Adam? “Nay, kenapa melamun?” tanya Adam menyadarkan Naya dari lamunannya. “Umm tidak” jawab Naya sekedarnya “Jadi apakah suatu saat nanti kau akan mengenalkan pacarmu padaku?” tanya Adam lagi. “Ya mungkin suatu saat nanti” jawab Naya tersenyum. “Baiklah, kakak akan menunggunya” ucap Adam kemudian “Sekarang masuklah nanti kau terlambat” lanjut Adam. Naya mengangguk menurut, ia pun segera keluar dari mobil, setelah Naya keluar Adam melambaikan tangannya sebentar lalu berlalu pergi meninggalkan Naya. Naya menunggu sampai mobil Adam menghilang, baru berbalik melihat gerbang sekolahnya. Terlihat beberapa murid laki-laki dan perempuan yang berseragam sama seperti miliknya masuk melewati gerbang, di sebelah kiri gerbang terdapat pos satpam dan beberapa satpam tengah menjalankan tugas paginya, ada yang mengecek tas siswa yang menurut mereka mencurigakan dan menegur siswa yang tak berpenampilan rapi. Salah satu satpam melihat ke arahnya dan memberi kode untuk segera masuk gerbang. Dengan cepat Naya mengambil handphonenya di tas. “Halo” ucap Naya, ia berpura-pura sedang menerima telfon. Sang satpam pun heran melihatnya, Naya pun segera melipir menuju ke arah samping gerbang seolah-olah ia membutuhkan waktu dan tempat pribadi untuk menerima telfon. Satpam yang melihatnya mengabaikannya dan beralih mengurusi siswa lain yang tak berpakaian rapi, ia akan menyusul Naya jika waktu hampir mepet, memberi kesempatan Naya untuk menyelesaikan telfonnya. Melihat dirinya sudah tidak diperhatikan lagi, Naya menghentikan sebuah taksi, beberapa saat kemudian sebuah taksi datang menghampirinya. Naya segera masuk dan menyuruh sopir untuk segera pergi. “Jalan dulu pak, nanti saya beritahu alamatnya” sopir taksi hanya mengangguk menerima perintah Naya dan menjalankan taksinya. Naya lega, setidaknya rencana pertamanya berhasil, ia berhasil membolos dengan mudah, Naya yakin rencana keduanya pun berhasil. Ia pun membuka sebuah file pdf di handphonenya, semalam suntuk ia mempelajari file tersebut hingga membuatnya kurang tidur, setelah menemukan alamat yang di cari, ia menunjukkan alamat tersebut kepada sopir taksi, dengan segera sang sopir melajukan taksinya menuju ke alamat yang di tuju Naya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN