Hadiah Yang Indah

1487 Kata

“Bagaimana kabarmu, Bening?” tanya Arini saat perjalanan menuju mall. “Bening sehat, Ma. Jangan khawatir.” Bening menepuk punggung tangan Arini kemudian digenggam dengan erat. Arini hanya khawatir kalau sampai kejadian sakitnya Bening terjadi hanya karena kelelahan setelah pergi ke mall dengannya. Gadis malang itu tidak boleh sampai menderita apalagi hanya karena alasan kecil seperti shopping. Sepanjang perjalanan, kedua perempuan itu bercengkerama hangat layaknya ibu dan anak. Ari yang duduk di belakang hanya sesekali menimpali, sekedar untuk menunjukkan kalau ia ada bersama mereka berdua. Hardy menyetir di sebelah Bimo yang duduk sambil sesekali memandang kedua perempuan itu melalui spion tengah. Senyumnya seakan tak pernah lekang sejak datang ke tempat ini. Seperti sebuah kisah yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN