Arjuna segera berjalan cepat untuk mencari keberadaan Sinta. Melewati saung – saung kecil dan melewati sebuah rombongan pengunjung yang sedang mencari tempat yang enak. “Maaf, permisi,” ujarnya sembari memecah kerumunan. Arjuna mendatangi gedung utama restoran dimana terdapat meja – meja panjang yang sebagian terisi oleh pengunjung yang sedang menikmati makanan. Berdiri di samping meja kasir, ia tak mempedulikan pegawainya yang berdiri sambil meliriknya. Ia memperhatikan setiap pengunjung untuk mencari sosok yang sudah berbulan – bulan ini menjadi bunga tidurnya. Setelah yakin tidak ada Sinta alias Bening, Arjuna memutar badan dan mulai mencari keberadaan Bening. Mencarinya di setiap saung hingga akhirnya tiba di saung terakhir yang merupakan saung istimewa. Langkahnya kian lama ki

