Bab. 16 - Salah Paham

2433 Kata

Cinta itu seperti hujan Kita tidak tahu kapan jatuhnya Kita tidak tahu pula kapan berhentinya Kadang meninggalkan kabut pekat yang mengerikan Kadang menyisakan badai topan yang menakutkan Kadang juga mendatangkan pelangi yang mempesona *** "Apa yang sedang kamu lakukan?" "Memotret." "Kamu suka fotografi?" Herdi mengangguk singkat membalas pertanyaan Anisa. Ia sibuk dengan kamera, membidik beberapa area yang menurutnya estetik untuk dijepret. Pria itu sangat menyukai fotografi dan juga sudah punya komunitas sendiri. Ia adalah sosok pecinta kebebasan dan keindahan. Wajar kalau gayanya agak slengeekan. Hobinya juga suka menjaili orang satu rumah. Karena tertarik dengan hasil foto Herdi, Anisa duduk menunggu di tepi kolam renang. Mengamati dengan seksama cara pria itu mengarahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN