Jangan menyalahkan rasa yang memaksa tak biasa Jangan menyalahkan asa yang menuntut tak bersisa Karena keputusanmu pergi sudah membuatku sangat terbiasa... - Anisa - *** Sekitar pukul setengah delapan lewat, Gavin baru saja turun dari lantai atas, kamarnya. Ia sudah bersiap hendak berangkat ke kantor. Saat melewati dapur di sebelah ruang tengah yang memang tidak memiliki sekat, ia melihat pemandangan tak biasa. Langkahnya penasaran mendengar kegaduhan tawa yang menyapa telinganya. Pria itu menghampiri dapur. Para pelayan seketika langsung menyapanya dengan ramah. Tak ketinggalan ibu angkat dan ayah angkatnya yang baru tiba dari liburan semalam. Sementara Anisa sedang fokus menuangkan sayur dari panci ke mangkuk besar di meja makan. "Anisa. Nanti kalau Gavin nggak jadi sama kamu,

