Jika seorang pria ingin menikah dengan seorang wanita, Hanya karena berharap ada masakan nikmat yang terhidang di rumah. Maka, nikahi saja pedagang makanan. Jika seorang pria menikah dengan harapan, Ada seseorang yang akan mencucikan dan menyetrika bajunya. Maka, nikahi saja karyawan laundry. Atau, jika ingin menikah dengan seseorang, Yang bisa disuruh ini dan itu. Maka, nikahi saja pembantu. Karena sejatinya seorang istri bukanlah pedagang makanan, Karyawan laundry atau pembantu di rumah. Dia adalah pasangan mu di dalam kehidupan ini. Semakin banyak dan tinggi ekspektasi terhadap pasangan. Maka, kebaikan yang di berikan hanya akan tergores sebagai kewajiban pasangan dan tanggungjawab saja. Yang harus di tunaikan atau “Taken For Granted.. Nonthing special inside.” Rasululla

