“Maaf, Bu, saya yang meminta Jane untuk merahasiakan semuanya sesaat setelah penemuan jenazah Jenie,” kata seorang pria yang baru saja masuk ke dalam kamar inap Jane dengan mengenakan kursi roda dan tangan yang masih terikat pada selang infus. Dia sendiri dapat sampai di kamar Jane dengan bantuan temannya yang begitu baik dan peduli padanya. Jane yang mendengar suara itu langsung melirik ke arah pintu tanpa bangun dari tempat tidurnya. Dia melihat Haidar dengan wajah yang masih pucat dan duduk di atas kursi roda. Selain Haidar, Jane-pun melihat Sandy yang dengan rasa persahabatannya mau mendorong temannya untuk menemui istri tercintanya yang terluka parah hampir di sekujur tubuhnya. “Kamu ...,” kata Ibu Sofia yang kaget dengan kehadiran Haidar dan terlebih dengan pengkuan Inspektur Satu

