Theo sedang berada di kantor, dia tengah rapat bersama dewan direksi untuk pembahasan mengenai pusat perbelanjaan yang akan dibangun di Bali. Seharusnya Vivi juga hadir di sana, akan tetapi Aaron menjadi wakil dari perusahaan milik Damares. Selama rapat itu terjadi, perasaan Theo terlihat gelisah. Aaron mengetahui itu saat Theo salah menjelaskan pada dewan direksi mengenai langkah yang akan diambil saat melakukan sebuah iklan. Aaron menyuruh Theo untuk kembali duduk dan mengambil alih rapat itu. Setelah semua selesai, Aaron memanggil Theo untuk datang ke ruangannya. Dengan wajah yang masih terlihat cemas, Theo duduk di seberang Aaron dan masih memikirkan sesuatu. “Kamu kenapa?” tanya Aaron. “Nggak tau, perasaan Theo nggak enak.” “Kamu mikirin Viana?” tanya Aaron secara langsung. “Pap

