Sudah satu minggu mereka tinggal di rumah utama milik keluarga Jaya. Vivi mendengar kabar mengenai masalah yang terjadi di kantor Theo, dan dia sedikit khawatir karena dunia pekerjaan memang sedikit kejam untuk masalah kedudukan. Vivi tidak ingin Theo mendapatkan masalah lagi dan menyuruhnya untuk lebih berhati-hati lagi. “Yang, jangan pulang cepet-cepet ih, ada Mama. Gue nggak sendirian loh,” ujar Vivi mencoba untuk menasehati Theo. “Nggak papa, gue nggak mau ngerepotin Mama.” “Nggak gitu, Yang.” “Gue tau lo khawatir kan? Udah deh, jangan gitu. Santai aja kek biasa.” “Hmm, ya udah.” Theo sudah mengenakan dasi dan berpakaian rapi, ia pun berpamitan pada Vivi untuk pergi ke kantor. “Ma, Theo berangkat dulu.” “Iya, hati-hati di jalan ya, The! Jangan pulang sore,” ujar Aqila. “Apaan

