Theo ada di dalam ruang operasi untuk menemani istrinya. Tubuh Vivi sudah dibius, dan tim medis ada di sana. Operasi berjalan lancar, Theo terus menatap wajah Vivi yang masih berusaha tersenyum meski ada air mata yang mulai menetes. Perlahan, Theo menghapus air mata itu. “Lu kuat, kita berjuang bersama. Bentar lagi, Shane udah nggak sendirian,” ujar Theo. Vivi menganggukkan kepalanya perlahan. Dan setelah beberapa menit, suara tangis bayi bergema di dalam ruangan itu. Perawat di sana memanggil Theo untuk melihat anaknya. Rasa bangga dan bahagia kini tengah di rasakan pria yang terlihat berkaca-kaca itu. “Cantik,” gumam Theo. “Selamat ya, Pak. Anaknya kembar perempuan semua. Berat badan yang ini tiga koma dua kilo, panjang lima puluh centi, terus yang satunya berat tiga koma lima kilo,
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


